Novel ini menceritakan tentang tiga
orang bersaudara yang terpaksa ditinggal ibunya bekerja diluar negri tepatnya
di mesir karna untuk memperbaiki nasib masadepan ketiga anaknya itu, yaitu
Inggar, Seruni dan Yusuf. Memang hidup tanpa orangtua sangatlah tidak mudah,
namun mereka harus menjalaninya meskipun itu susah. Meskipun demikian, setiap
bulan ibunya pasti selalu berkirim kabar untuk anak- anaknya sesuai dengan
janjinya kepada ketiga anaknya tsb untuk tetap menyayangi meskipun jarak
memisahkan antara Tanjungsari dengan Mesir.
Tahun demi tahun berlalu, hingga
keadaan merubah segalanya. Inggar yang kini telah lulus smk farmasi sekarang
telah bekerja menjadi asisten perawat di salah satu rumah sakit dekat dengan
rumahnya. Sehingga keadaan hidup mereka jauh lebih baik karna Inggar sudah bisa
membiayayi hidupnya dan adik-adiknya disamping uang yang selalu ibunya kirim
setiap bulan. Sedangkan Seruni yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan untuk
ujian akhir sekolahnya untuk memasuki SMK farmasi yang ia ingnkan. Kesibukan
Inggar dan Seruni membuat perhatian terhadap adiknya, Yusuf itu berkurang. Jadi
adanya Sultan yang merupakan teman Seruni sejak SD itu membuat Yusuf merasa
nyaman karna ia menganggap seperti abangnya. Mereka beruda memang layaknya
seperti kakak adik sekandung, namun tidak demikian. Berawal dari kedekatannya
saat yusuf ikut menemani kakaknya dikelas menjadi hubungan Yusuf dan Sultan
semakin karab hingga sekrang ini.
Ketika Seruni telah lulus SMP,
ternyata kesempatan tidak berpihak kepadanya. Ia sangat sedih karna tidak masuk
dalam SMK Farmasi yang telah ia dambakan selama ini. Tak hanya itu, kepergian
Sultan untuk melanjutkan sekolah bertaraf internasional di Bandung juga menjadi
seseuatu yang menyedihkan bagi Yusuf. Karna ia sangat merasa kehilangan seorang
abang baginya dan dia sempat bertengkar kepada kedua kakaknya itu mengenai hal
tersebut.
Ketiaka itu, Uni mendapatkan surat
dari seorang laki-laki yang mengaku utusan dari ayahnya. Surat itu kemudian
dibuka bersamaan ketika Ceuceu nya dan Yusuf pulang kerumah. Isi surat tsb
adalah permohonan maaf ayahnya atas segala dosa yang telah ia perbuat di masa
lalu mereka yang menjadikan keluarga mereka hancur waktu itu. Akhirnya ceuceu
menceritakan hal tersebut kepada kedua adiknya dengan berderai air mata. Ia
berkata belum bisa menerima ayah nya
lagi namun ceuceunya memberi kebebasan kedua adiknya dengan bangaimana sikap
terhadap ayahnya tersebut. Karna yang paling mengalami trauma dan kecewa adalah
ceuceunya daripada adikadiknya kala itu.
Pada saat Inggar menunjukkan foto
kenangan ibu dan ayahnya tersebut, tibatiba sultan datang kerumah mereka
setelah enam bulan tidak bertemu. Hal itu membuat Yusuf gembira bukan kepalang.
kemudian mereka bercanda gurau sampai tertawa terdahak- dahak. Selain itu, Kak
Syam yang merupakan kakak Audy juga merupakan pacar dari kakaknya itu, Inggar,
juga datang kerumahnya. Sehingga membuat suasana semakin ramai. Namun, hal itu
menjadi suatu kejanggalan dihati Seruni. Karena ia merasa cuma dia yang belum
menemukan sumber kebahagian seperti Ceuceunya dan adiknya.
Seruni kini telah menduduki bangku
kelas 2 SMA. Yang membuatnya senang yaitu Kak Musa kini telah kembali setelah
sekian lama tidak ada kabar darinya. Kak musa adalah orang yang dulu pernah
menaruh hati pada ceuceunya yaitu Inggar, namun ia lebih memilih Syam daripada
Musa. Karna inggar tidak mau menyakiti hati sahabatnya yang juga suka dengan
Musa yaitu Ratu yang merupakan kakak dari Sultan. Meskipun sikap Ratu dan
mamanya dingin terhadap Inggar, tetp saja inggar tida memilih Musa.
Bejalannya waktu, ternyata tak
disangka- sangka, Seruni menaruh hati kepada Kak Musa yang kini bersatats
sebgai guru di SMA nya. Meskipun sering jalan berdua dan hampir akhir pecan
selalu pergi bersama, namun tidak merubah apapun diantara keduanya. Akhirnya, Seruni telah behasil lolos di Fakultas
Kedokteran Unpad hal itu membuat Inggar dan adiknya senang, terlebih lagi
ibunya yang merasa sangat bangga kepadanya karna cita-citanya sempat gagal saat
memasuki SMK Farmasi, namun kini telah telah diganti dengan masuknya di
kedokteran UNPAD. Tak terkecuali oleh ayahnya yang meneleponnya kal itu, ia
merasa sangat bangga dan ia meminta maaf lagi dan ia bejanii untuk
memperbaharui kehidupannya lagi bersama ibu dan Inggar serta Yusuf. Diam- diam
ibunya telah berdamai dengan ayahnya setelah keduanya pernah bertemu di pasar
swalayan di Mesir. Awalnya ibunya tidak mau memafkaannya, namun seiring
berjalannya waktu hati ibunya pun lunak karna takdir yang yang berkata lain
yang mempertemukan mereka kembali ke negri prantauan.
Kedeketan antara Inggar dan Syam kini
telah kejenjang yang lebih serius. Mereka akan melangsungkan pertunangan
sebelum Syam pergi ke Canberra untuk melanjutkan studi beasiswa yang ia
peroleh, setelah kembalinya ke Indonesia mereka akan melangsungkan
pernkahan. Hal itu sempat mengundang pro
dan kontra terhadap keluarga dari pihak keluarga ayah Inggar, karena mereka
merasa tidak ikut andil dalam acara tersebut. Sedangkan semua keputusan berada
di tangan Inggar. Akhirny ia tetap memilih keluarga Syam yang memersiapkan hal
itu semua karena memang sudah dari jauh- jauh hari sudah di persiapkan.
Akhirya pertunangan itu berlangsung,
tidak lpa juga pesan suara dari orangtua Inggar di loudspeaker agar semua tamu
mendengar dan menambah kenikmatan dalam acara tersebut. tak lupa juga kedua
orang tua Inggar membawakan bingkisan untuk pihak keluarga Syam sebagai balas
budi atas kebaikannya mereka.
Setelah sampai rumah, Seruni
mendapati suara teriak-teriak antara Yusuf dan Sultan yang berada di kamar
Yusuf. Ternyata mereka sedang berbincang tentang Audy yang tadi memaksa Sultan
untuk dipekenalkan terhadap kedu orangtuanya yang membuat Sultan tidk Nyman
dengan yang dilakukan Audy. Karna Sultan tidak tertarik terhadap Audy.
Kak Musa semakin kesini semakin terlihat
ushanya yang mendekati Seruni, namun kebalikknya dari itu. Di kehidupan kuliah
yang sekarang, Seruni mendapat dunia yang lebih luas lagi. Ia kini menemukan
sahabat sahabat baru lagi, yaitu Ayu, Aga, dan Patra. Namun didalam
persahabatan tersebut, ada seuatu yang berbeda antara Patra dengan Seruni.
Ternyata diam- diam Patra menaruh hati terhadap Seruni. Sementara itu Seruni
tidak mau memikirkan terlalu focus terhadap hal tersebut. karna dia tetap pada
pendiriannya yaitu menjadi dokter dulu. Sedangkan Kak Musa juga menunggunya
sampai co-assisttant. Namun sebenarnya perasaannya terhadap Kka Musa suadah
tidak sama seperti dulu yang menggebu-gebu terhadapnya. Mungkin karna lelah
penantian yang dibuat oleh Kak Musa.
Patra mengajak Seruni untuk ikut
bergabung dalam magma di klinik 24 jam milik temannya. Patra mnjadi assisten Dr
Maharani sedangkan Serun menjadi assisten Dr Galuh.
Hari demi hari kedekatan Seruni dan
Dokter Galuh semakin terjalin karena Kirei yang merupakan anak dari Dr Galuh
selalu dekat dengan Seruni karna ia sangat menyukai Seruni. Dokter Galuh
merupakan Dr yang tampan berkharisma, sayanyanya ia merupakan single parent
yang memiliki satu anak yang bernama Kirei. Hal itu membuat hati Patra cemburu
tak karuan melihat Seruni dekat engan Dr Galuh. Namun, Seruni tampak biasa saja
karna ia tak meiliki perasaan yang lebih pada Dr Galuh. Apalgi terdengar bahwa
Dr Galuh akan dijodohkan dengan Ratu Pelagia Kusuma Suwandi yang merupakan
keturunan bangsawan. Tetapi, kata suster Atik yang merupakan pengasuh Kirei
berkata bahwa Kirei tidak menyukainya dan lebih memilih Seruni. Dalam benak
Seruni nama perempuan tersebut meningatkannya pada Sultan yang nama belakangnya
samasama memiliki Kusuma Suwandhi.
Kedekatan antara Yusuf dan Sultan
mengundang seribu pertanyaan bagi Seruni. Karna ia berfikir kedekatan antara
mereka itu tak sewajarnya. Jadi ia memutuskan untuk menemui Dr Alya yang
merupakan Dokter Psikolog. Akhirnya dalam
kesimpulan pertemuannya dengan Dr Alya itu, ia ragy-ragu menyimpulkan apakah
antara keduanya itu Homoseksualitas. Namun, Seruni tetap tidak percaya dengan
hal itu seelum ia mendapati bukti dari mata kepalnya sendiri.
Waktu berganti waktu, sikap Dr Galuh
semakin berbeda terhadap Seruni. Perhatian yang ia berikan, tampak berbeda dari
sebelmunya. Dr Galuh semakin menonjolkan sikap bahwa ia menyukai seruni dan
berniat untuk mempersunting Seruni. Namun, Seruni tidak sadar akan hal itu.
Sehingga Ceuceunya berkata kepada
Seruni bahwa ia harus cepat- cepat mengambil keputusan terhadap laki-laki yang
mendektainya. Yaitu Kak Musa, Patra, Aga, dan Dr Galuh. Inggar tidak mau jika
Seruni menyakiti perasaan diantar mereka karena ketidakpastian. Meskipun sebenarnya
Seruni belum terlalu memikirkan tentang hal itu.
Cita cita Yusuf setelah lulus SMA
ingin melanjutkan studi kuliahnya di Belanda. tetapi karna merasa bisa ia gagal
dalam merai peringkat UN dan gagal dalam semua PTN. Disamping itu, pada awal
juli terdengar kabar bahwa Syan calon suami Inggar telah tewas di Canberria
karna angin tornado. Kesedihan keduanya membuat Seruni putus asa dan mengadu
isi hati kepada ibu dan ayahnya. Akhirnya Seruni tetap tegar menjalani nya
meskipun ia juga sedih. Patra dan Kak Musa dan Sultan juga tetap membantu
mereka.
Kejanggalan Seruni terhadap Sultan
dan Yusuf kini terjwab sudah. Ia mempergoki keduanya tengah berciuman layaknya
sepasang kekasih. Seruni tidak menyakngka bhwa kedekatan antar keduanya setelah
belasan tahun itu menyebbkan hubungan terlarang.
Ternyata takdir bertemu waktunya,
Inggar telah membaik dari kondisinya. Itu semua berkat Kak Musa yang selalu
setia merawatnya. Inggar seperti bngkit kembali dalam kenangan indah yang telah
mereka buat. Dan akhirnya Seruni harus merelakan Kak Musa untuk kembali kepada
ceuceunya.
Akhirnya Yusuf diterima di Belanda.
namun, sebelum itu Seruni sudah terang- terangan meminta keterangan tentang
hubungan terlarang antar Yusuf dan Sultan. Akhirnya cara yang terbaik untuk
menyudahi hubungan itu dengan membuka hidup baru di belanda dan melupakan semua
yang terjadi bagi Yusuf. Sementara itu, Inggar telah menikah dengan Musa dengan
dihadiri Ibu dan Ayahnya yang telah kembali ke Indonesia. Hal tersebut membuat
kebahgaian yang mereka miliki sangatlah sepurna. Karna apa yang diinginkan kini
telah terwujud. Namun setelah itu, satu persatu harus pergi lagi karna sebuah
tuntutan. Inggar yang dibawa oleh suaminya, Yusuf yang harus kuliah di Beland
dn mengobati luka hatinya, serta Ayah yang teap harus berlayar demi sebuah
impian untuk membangun rumah di tepi danau seperti impian ibu dan ayah ketika
berpacaran.
PESAN MORAL : GAPAILAH CITA-CITAMU SAMPAI KAMU MENDAPATKAN APA YANG KAMU INGINKAN, DAN JANGAN PUTUS ASA DALAM MERAIH IMPIAN.